PENGGABUNGAN PERKARA

Penggabungan Perkara dilakukan biasanya perkara yang dimaksud berhubungan sangat erat dan berkaitan, hal ini diajukan oleh Pengacara kepada Majlis Hakim untuk menghindari adanya putusan yang bertentangan antara satu dengan yang lainnya dan untuk memudahkan dalam pemeriksaan perkara,

Permohonan untuk menggabungkan perkara tersebut, yaitu berkaitan dengan alasan-alasan :
  • 28.1 “Beberapa gugatan dapat digabungkan menjadi satu, apabila antara gugatan-gugatan yang digabungkan itu terdapat hubungan hukum erat atau ada koneksitas dan penggabungan akan memudahkan pemeriksaan serta akan dapat mencegah kemungkinan putusan-putusan yang saling bertentangan.”
  • 28.2 “Penggabungan gugatan diperkenankan apabila menguntungkan proses, yaitu apabila antara gugatan yang digabungkan itu ada koneksitas dan penggabungan akan memudahkan pemeriksaan serta akan dapat mencegah kemungkinan putusan-putusan yang saling bertentangan.”

(“Pedoman Pelaksanaan Tugas dan Administrasi Pengadilan”, Hal. 118, Buku II Cetakan : Ke-4 Edisi Revisi Mahkamah Agung RI 2002).